Nikmatnya Rawon Surgawi

Rawon Surgawi

Rawon Surgawi

Malam tadi saya makan rawon. Mungkin lebih tepatnya tengah malem. Setengah 12 je. Bukan karena anjuran dukun ato dalam rangka ritual tertentu. Tapi emang murni karena saya laper, dan kewajiban. Kenapa wajib? Baiklah, begini kronologinya. Ehem. *pasang toa volume penuh*

Sebenarnya, makan malam tengah malam itu sebuah dosa, karena melanggar program diet saya (no dinner after nine). Lah terus kowe ko isih nekat giek? Sabar dulu dong mas, ini juga saya kan mo jelasin kenapa makannya tengah malem.

Warung rawon tersebut berlokasi di belakang Wisma Bakrie (Jl Rasuna Said ) sebelahan dengan warung-warung makan lainnya. Sempat skeptis ketika pertama kali diajak kesitu, ga yakin rasanya bakal mak nyus. Soale selama saya 4 tahun di Bandung, sampe sekarang tinggal di Jancukarta belum pernah ngerasain rawon yang bener2 orisinil seperti di kampung halaman. Distorsi rasa dan rupa terjadi di sana-sini. Dan semuanya adalah kesengajaan penjualnya. Sadarkah wahai anda para penjual rawon, itu  semua adalah bid’ah. Masih belum paham bid’ah yang anda lakukan. Silakan anda renungi bagaimanakah ciri-ciri rawon yg sesuai dengan syari’ itu:

  • Yang pertama, kuah rawon haruslah berwarna coklat kehitaman. Jadi klo anda mengaku menjual rawon tapi kuahnya bening, itu bukan rawon. Tapi sop. paham?
  • kedua, daging rawon harus dimasak hingga sangat empuk. Semakin empuk semakin baik. Ibu saya pernah bilang, rawon itu kalo udah nginep makin enak. Maksutnya rawon yg dimasak hari ini maka keesokan harinya akan menjadi semakin enak. Karena bolak-balik diangetin, sehingga dagingnya makin empuk di keesokan harinya.  See Patron?
  • Kecambah, jangan lupa menambahkan kecambah di menu rawon yg anda jual. Selain baik untuk kesuburan, kecambah dan rawon itu dwi tunggal jadi ga bisa dipisahin. Kalo sampe anda nekat menjajakan rawon tanpa ditemani kecambah, maka anda jelas melanggar syari’, dosalah anda. Azab yg anda terima setidaknya adalah warung anda akan dijauhi pembeli, percayalah banyak orang di luar sana yg ganteng seperti saya , gak mau makan rawon kalo ga ada kecambah. Meskipun saya pribadi tak pernah mengalami masalah dengan kualitas sperma*, tapi makan rawon tanpa kecambah itu ibarat pacaran tanpa grepe-grepe, hampa tak berasa 😀 *ketawa mesum*. Dan anda musti ingat, kalo kecambah ≠ toge (liat gambar kalo pingin tahu apa itu kecambah).
  • Kerupuk udang, dan Telor asin. Sifatnya emang komplementer. Tapi tanpa keduanya maka rasa rawon anda gak akan nendang. Ingat, bagi pecinta kuliner sejati, rasa adalah segalanya.
  • Es Teh manis, ini adalah additional point anda. Lezatnya nasi rawon ditambah kesegeran es teh manis, mungkin hanya bisa ditandingi dengan kenikmtan bercumbu dengan 70ribu bidadari yg senantiasa perawan di jannatul na’im sana. So jangan lupa menyertakan minuman ini di daftar menu anda. ok?

Kembali ke laptop.

Warung rawon di belakang wisma bakrie tersebut ternyata sanggup menghapus pesimisme saya akan rasa rawon yg benar2 orisinil. Kuah yg kehitaman, daging yang empuk, kecambah yang segar, berpadu dengan gurihnya Telor Asin yg masir. Benar-benar mak nyus pemirsa. tidak lupa ditemani spg rokok seksi segelas es teh manis, adalah makan siang paling nikmat seumur hidup saya. Slurrrppp *ngelap iler*. Tapi itu cerita dulu, sekarang kembali ke bagaimana ceritanya saya bisa menikmati rawon tersebut tengah malam.

Adalah mbak-mbak cantik yg kerja di gedung yang sama, yang membawakan saya rawon tersebut sepulang kerja. Ngakunya seh primadona di b*k**e telco, meskipun saya agak sangsi akan hal itu 😛 (sila tanya sendiri pada yang bersangkutan).

Bagusnya, sepulang kerja saya tidak perlu mampir ke chinese food, untuk menyantap Cah Sawi Taiwan favorit saya. Ndilalah pas nyampe di kosan, ko tiba2 ngantuk banget. Terlelaplah saya seketika, tanpa sempat menikmati rawon itu. Sekitar jam 10 malem, terbangun karena perut keroncongan, biasanya saya akan terus tidur lagi setelah minum segelas air putih. Tapi kemudian teringat bahwa tadi sore dibawain rawon. Maka terpaksalah melanggar program diet saya. Mosok, udah dibela-belain beli dan dibawain ke indosat,  saya buang?. Terkutuklah bila tidak memakannya. Saya buka plastik pembungkus, masukan ke panci, angetin di atas kompor. Siapkan segelas es teh manis. Dinner Time!!! Telor asinnya ituloh booo masir banget, kuning telornya begitu lumer di lidah. Gurihnya kuah rawon berpadu dengan lembut asin putih telor. mmmmm..mm.. endang  dandang..

Dan hal itu bukanlah bid’ah, karena yg namanya rawon, paling enak disantap menjelang tengah malam hingga dini hari sambil kongkow2, ngrokok, ngeteh ato ngopi. Soal menyantap rawon ditengah malam ini, ingin saya informasikan, bahwa di Jawa Timur sana, beberapa warung rawon populer justru menggelar daganngannya di atas jam 9 malam. Salah satunya adalah rawon setan yang terkenal itu. Ya karena selalu jualan menjelang tengah malam itulah makanya dikenal dengan nama Rawon Setan.

Akhirul kata, t,ak lengkap kiranya khutbah jumat hari ini bila saya tak menyertakan sebuah hadits yg begitu populer di kalangan penikmat rawon.

“Tidaklah sempurna iman seseorang,  sebelum dia merasakan nikmatnya rawon, dan sebaik-baik rawon adalah Rawon Setan* dan Rawon Nguling*”

(riwayat Abu Ganteng Al-Narsisi)

:mrgreen:

Glossary:

1. Rawon: A dark beef soup, served with mung bean sprouts and the ubiquitous sambal. The dark (almost black) color comes from the kluwak (Pangium edule) nuts. (wikipedia)

2. Rawon Setan : Warung Rawon yang berpusat di jalan embong malang Surabaya. Sekarang cabangnya ada di mana-mana. Salah satunya yang di Kemang Jakarta, terus kalo Bandung di depan Hotel Holiday In.

3. Rawon Nguling : Berlokasi di Jalan Raya Tambakrejo Nomor 75, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Keistimewaan nasi Rawon Nguling ada di bumbu kluwek yang didatangkan khusus dari Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Sejak tahun 1942, keluak yang digunakan tidak berubah takaran dan cara penyajiannya. Tak heran rasa nasi Rawon Nguling tetap sama, dulu hingga kini.

4. Toge : Bukan toge yang ini 😆

5. Sperma berkualitas : Berwarna putih, tidak terlalu kental dan juga tidak terlalu encer (koefisien kekentalan mendekati SAE 25), tidak berbau apek, tidak berasa (walau saya pribadi belum pernah mecicipi :p ), tiap satu sendoknya mengandung lebih banyak protein daripada 3 gelas susu. Sangat mudah dibersihkan, jadi tak perlu kuatir bila sampai terciprat ke pakaian anda. :mrgreen:

5 responses to “Nikmatnya Rawon Surgawi

  1. Lah, kok saya ndak tahu ada rawon ini. Padahal tiap hari lewat situ. :mrgreen:

    Mang posisinya belah mana sih?

  2. sherienfachryamumtaz

    Pertamakali ane makan rawon sama papih langsung ketagihan. Kacian dech mamih aku tiap pagi harus nyediain ane nasi rawon. Oh….Rawon katuangan yang wuuuueeenak…

  3. @mas dana
    di belakang wisma bakrie II mas bro, depan gedung ebenezer. Terus nama warungnya “Rawon Nglaras Roso*.

    Setiap hari lewat situ? Yang tiap kali lewat pake motor terus bunyiin sirine “SARI ROTI SARI ROTI!” itukah?

    *dilempar molotov* 😀

    @sherienfachryamumtaz
    Rawon katuangan??? ko ane baru denger ya ukhti/akhi?

    bisa di jelaskan rawon daerah manakah itu? sepertinya ane musti coba. 🙂

  4. glossary no 5 itu membuat saya lupa kalo sampeyan membahas tentang rawon 😉

  5. salut, khotbah kali ini bener-bener bikin netesss.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s